Sebuah Saran

Yang Harus Diperhatikan saat Pacaran dengan yang Lebih Tua

time-icon
7 Menit waktu membaca

Topik: Beda Umur Yang Jauh,Baru Pendekatan,Pacaran,Sudah Serius

Foto: Pexels

Para ahli dan pasangan yang pernah menjalin hubungan dengan perbedaan usia yang signifikan berbicara tentang cara menciptakan hubungan yang berhasil.

-------

Selalu ada risiko yang harus dihadapi dalam hubungan apapun dengan perbedaan mencolok atau dianggap "tidak mungkin" oleh orang-orang sekitarmu atau keluargamu yang lebih antusias untuk melihatmu menikah daripada kamu sendiri.

Hal yang sama berlaku bagi mereka yang menjalin hubungan dengan seseorang yang jauh lebih tua dari mereka.

Sebagai permulaan, cintamu sering menjadi sasaran tatapan orang asing dan lirikan menghakimi. Jika kamu seorang pria yang lebih muda, kamu dapat dicap sebagai playboy, atau korban. Jika kamu seorang wanita lebih muda yang berkencan dengan pria yang lebih tua, kamu akan distereotipkan sebagai mata duitan atau seseorang dengan daddy-issue.

Namun, bagi Avaneesh Arya, seorang manajer properti berusia 33 tahun yang tinggal di Pune, India, tidak ada yang penting ketika dia jatuh cinta dengan seorang senior di tempat kerja yang enam tahun lebih tua darinya.

"Kami cocok dari awal,'" katanya. “Mengajaknya berkencan terasa seperti hal yang paling alami.”

Avaneesh Arya bertemu istrinya di tempat kerja dan mereka langsung cocok. Foto: Sumber dari Avaneesh Arya

Arya sangat senang melihat orang tuanya tidak keberatan dia menikahi wanita yang lebih tua. Ini tentu pengecualian di negara di mana laki-laki menjadi pasangan yang lebih muda dalam pernikahan sering dianggap tabu. “Kebahagiaanku adalah yang terpenting bagi mereka. Teman-temanku menentangnya sampai akhir, tetapi aku percaya pada cinta kami sampai sekarang.”

Itu tidak berarti bahwa perbedaan usia tidak menimbulkan tantangan seperti kebanyakan hubungan. Apa yang kita cari dari kehidupan berubah seiring waktu, baik itu uang, stabilitas, pencapaian karir, atau sesederhana apa yang membuat kita bahagia. Bahkan, pasangan kamu mungkin tidak menangkap referensi budaya pop yang kamu lontarkan."

Tapi cinta adalah cinta, meskipun band paling populer saat kekasihmu masih remaja adalah Aerosmith.

Untuk dapat menavigasi romansa antargenerasi kamu dengan lebih baik, kami bertanya kepada para ahli dan mereka yang memiliki hubungan perbedaan usia tentang bagaimana menjembatani kesenjangan tersebut.

Komunikasikan yang menurutmu penting

“Dia memahamiku hingga perihal terkecil sekalipun,” Heena Shaikh, seorang pengusaha berusia 24 tahun yang berdomisili di New Delhi, mengatakan tentang suaminya yang berusia 38 tahun yang ditemui di aplikasi kencan. “Namun, kita harus berusaha keras untuk sepemikiran dalam banyak hal-hal kecil.”

Shaikh percaya bahwa komunikasi yang terbuka, baik tentang hari dan tujuan hidupmu, maupun kegelisahanmu dapat membantu mewujudkan hubungan yang berhasil. “Gagasan bahwa pasangan tidak boleh pergi tidur tanpa menyelesaikan sepenuhnya inti konflik tidak sepenuhnya adil. Resolusi tidak bisa diberi tenggat waktu. Namun, kamu dapat menenangkan satu sama lain dengan terus-menerus berdialog.”

Himanshu, seorang seniman berusia 32 tahun yang berdomisili di Mumbai, mengamini sentimen tersebut. Dia lebih tua dalam hubungannya yang berlangsung lebih dari setahun dengan seorang pria tujuh tahun lebih muda. "Perlu ada percakapan besar setiap hari," katanya. “Tapi kami juga tidak saling menekan satu sama lain dengan rentetan konfrontasi. Perlu ada ruang untuk bernafas, dan juga untuk puisi dan drama – kami bukan kelinci percobaan. Dengannya, aku hanya menyadari seharusnya kami melakukannya lebih sering.”

Memiliki visi

Jasdeep Mago, seorang neuropsikolog yang berbasis di Mumbai, mengatakan bahwa sebelum menuju ke jenjang yang lebih serius untuk menjalin hubungan dengan perbedaan usia, diskusi tentang masa depan tidak dapat diabaikan dan harus segera dibicarakan.

“Mungkin seseorang yang jauh lebih tua ingin berumah tangga dan menginginkan kehidupan yang stabil, sementara yang lebih muda masih ingin bereksperimen dan menimbang-nimbang semua pilihan hidup mereka,” katanya.

Mago percaya bahwa saat kita menjalani hidup, tujuan karir kita dapat berubah juga, dan kedua pasangan harus berusaha untuk tetap baik-baik saja dengan apapun tahap kehidupan pasangan. Sementara itu, salah satu pasangan mungkin ingin menikmati kesuksesan karir atau berpikir tentang bagaimana menutup babak kehidupan mereka dalam waktu dekat, yang lain mungkin baru fokus pada membangun karir dan hidup mereka. Alih-alih mencoba memaksa pasanganmu untuk menyesuaikan diri dengan gaya hidup yang dirimu butuhkan, dukunglah mereka di tahap apapun mereka berada. Buatlah rencana masa depanmu bersama-sama dengan mempertimbangkan perbedaan-perbedaan ini.

Waspadai jika terjadi ketidaksetaraan dinamika hubungan

Mandy Hale, seorang penulis buku laris New York Times, menulis dalam The Single Woman: Life, Love, and a Dash of Sass bahwa "red flag adalah keraguan yang dihadapi yang dapat mempengaruhi tujuan kita."

Ashwini Singh, seorang bankir berusia 26 tahun, melihat tanda bahaya seperti itu sejak awal hubungannya dengan seorang pria yang 15 tahun lebih tua.

“Kami match di aplikasi kencan, tetapi dia baru memberitahuku pada kencan ketiga bahwa dia mulai menggunakan aplikasi dihari istrinya memulai proses perceraian terhadapnya,” kata Singh.

Meskipun dua kencan pertama berjalan dengan lancar, hal-hal berubah secara dramatis setelah pengakuan pada kencan ketiga. “Jelas bahwa dia menggunakan aku sebagai rebound."

Tapi Singh masih terus bertemu dengannya, terpikat oleh sikap ramahnya. “Aku belum pernah menjalin hubungan yang hangat dan penuh perhatian, jadi ketika dia membawakan aku hadiah, aku salah mengartikannya sebagai bentuk kepedulian, yang akhirnya membuatku tetap bertahan. Namun, pada tahap tertentu, aku tahu bahwa aku hanya ada di sana untuk mengisi kekosongannya dari perceraian.”

Akhirnya, Singh sadar dan menyebut hubungan tersebut apa adanya: hubungan beracun yang hampir seluruhnya bersifat transaksional.

“Saranku kepada orang-orang yang meragukan kemungkinan bahwa mereka akan menemukan kepedulian dan cinta seperti aku adalah untuk tidak pernah kehilangan integritas,” katanya. “Dalam hubungan yang memiliki perbedaan usia, dinamika kekuasaan bisa tidak simetris sejak awal, tetapi merupakan suatu kewajiban bagi yang lebih muda untuk memahami betapa berharganya mereka. Kamu tidak boleh puas dengan seseorang yang kamu anggap bisa digunakan untuk menghabiskan waktu atau uji coba.”

Menerima perbedaan

Minali Shah, yang menikah dengan pria 16 tahun lebih tua, percaya bahwa kedua pasangan harus terbuka untuk menerima perbedaan satu sama lain, dan melihatnya sebagai hal positif bukan sebaliknya.

“Aku berusia 25 tahun saat aku pertama kali bertemu dengan pria yang sekarang menjadi suamiku,” katanya. “Saat itu, aku bersemangat untuk melanjutkan karirku yang baru saja mulai menanjak, tetapi dia siap untuk menikah dan berkeluarga.”

Namun, lelaki yang dulu pacarnya dan sekarang suaminya itu tidak memintanya untuk mempercepat timeline hidupku. “Dia membiarkan aku berkonsentrasi pada apa yang paling berarti bagiku saat itu, dan hal itu memberiku keberanian dan dukungan yang aku butuhkan untuk membawa hubungan kami ke tingkat berikutnya. Sekarang, aku berusia awal 30-an dan siap untuk memulai sebuah keluarga dengannya. Dia mencapai tahap ini sebelum aku, tetapi dia dengan sabar menungguku untuk menginginkan hal yang sama.

Di sisi lain, aku juga mendorongnya menuju apa yang menurutnya merupakan pencapaian baginya saat ini.”

Abaikan komentar miring

Cerita Heena Khan beda lagi. Dia berada dalam pernikahan dengan seorang pria 13 tahun lebih tua darinya.

“Kami sudah mempersiapkan diri kalau memang meyakinkan orang tua kami membutuhkan waktu bertahun-tahun,” katanya.

“Kami tahu bahwa meskipun mereka menentang cinta kami, mereka tidak akan membenci kami. Tetapi dengan kerabat dan teman kami, itu adalah cerita yang berbeda. Kami memutuskan sejak awal bahwa kami tidak akan bertengkar dengan mereka atau terlalu peduli dengan apa yang dikatakan orang lain. Hidup kita terlalu singkat dan penuh ketidakpastian untuk mengkhawatirkan orang-orang yang tidak memiliki kepentingan dalam hidup kita.”

Mago juga percaya bahwa mencoba menerima keadaan bisa sedikit melegakan dalam kasus seperti itu. “Akan selalu ada penolakan dari masyarakat dalam bentuk yang bermacam-macam. Kamu mungkin akan tersakiti, tetapi selama kamu berkomunikasi dengan satu sama lain tentang kenyamanan dan keintiman, itu tidak akan menjadi masalah.

Sumber: Arman Khan, VICE

Kamu mungkin suka ini

Tahukah Kamu

Priyanka Chopra dan Nick Jonas adalah salah satu dari pasangan yang paling "tidak biasa"?

- Read morelink-out